Jumat, 05 April 2019

JURNAL PEMBUATAN ASETON


PEMBUATAN ASETON







NAMA       : FRISKA UTAMI

NIM          : A1C117021





DOSEN PENGAMPU:

Dr. Syamsurizal., M.Si



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2019



PERCOBAAN 7



I.              Judul                 : Sintesis Aseton

II.           Hari, Tanggal   : Sabtu, 6 April 2019

III.        Tujuan              : Adapun tujuan dari percobaan ini adalah:

1.    Mensintesis aseton dari isopropil alkoho
2.   Menghitung rendemen aseton yang terbentuk.


IV.           Landasan Teori

Menurut Fessenden (1982) aseton dapat dibuat dengan cara oksidasi dimana aseton merupakan bahan dasar isopropil alkohol. Aseton memiliki ciri-ciri: tidak berwarna dan memiliki berat jenis 0,812gram/mol serta memiliki bau yang sengit. Aseton dapat bercampur dalam air dan dalam semua perbandingan adalah suatu zat pelarut yang baik bagi banyak zat-zat organik, aseton dipakai dalam pembuatan senyawa penting antaranya Kloroform dan Iodoform.

Air kencing biasanya mengandung sedikit aseton, tetapi lebih banyak dalam keadaan sakit tertentu seperti diabetes melitus. Aseton atau propanon mempunyai rumus (CH3)2CO.

Aseton dibuat secara teknik dengan :

1.    Pemanasan kalsium asetat

2.    Mengalirkan uap Asam Asetat pada kira – kira 480oC melalui oksidasi logam yang bekerja katalis seperti Alumunium Oksida, Kalsium Oksida, Magnesium Oksida.

3.    Penguraian zat pati oleh bakteri-bakteri tertentu seperti baccilus aceto – aethyalitus dan bacillus maseransi hasil sampingan yang didapatkan adalah etil alkohol.

4.    Oksidasi alkohol sekunder 2-propanol dengan menghangatkannya dalam Kalium dikromat dalam suasana asam.      

            Alkohol primer jika dioksidasi akan membentuk aldehid, sedangkan alkohol sekunder jika dioksidasi akan membentuk keton dan alkohol tersier tidak bisa dioksidasi kembali. Oleh karena itulah mengapa untuk mensintesis aseton menggunakan alkohol sekunder.

Keton tahan terhadap oksidasi lanjutan, tidak perlu memisahkan hasilnya dari campuran reaksi selama berlangsungnya reaksi oksidasi. Saat ini ada kecendrungan yang meningkat menentukan peranan aseton dalam kimia atmosfer dan menentukan sumber alami aseton.

Aseton ditemukan pada :

1.    Upper troposphere dan lower stratosphere

2.    Atmosfer sebagai hasil dari reaksi fotokimia dan hidrokarbon alam

3.    Emisi langsung dari sumber-sumber biologik

4.    Oksidasi atmosferik dan berbagai hidrokarbon biogenik.

            Menurut Fieser (1957) ada beberapa sumber biologik aseton yang telah dikenal, diantaranya sudah dikarakteristik dengan baik, merupakan dekarboksilasi enzimatik dari asetoasetat pada hewan.

Bakteri yang telah dikenal memproduksi aseton diantaranya :

1.    Clostridium acetobutylium

2.    Bakteri aerobik yaitu streptococus cremonies dan streptococus lactis bila dibiarkan dalam skim milk.

3.    Vibrio Sp bila dibiakkan dalam media yang mengandung L-leksin.

4.    Pseudomonas aeruginosa



Sifat – Sifat dari Aseton :

Sifat Kimia :

1.    Bersifat polar

2.    Dapat direduksi dengan LiAlH4 menjadi alkohol

3.    Merupakan basa lewis lemah dengan mereaksikannya dengan asam kuat.

4.    Tahan terhadap oksidasi atau tidak dapat dioksidasi, kecuali dalam keadaan tertentu dimana rantai karbon pecah.

5.    Larut dalam air



Sifat Fisika :

1.    Berat jenis 0,787 g/mL

2.    Titik didih 56oC

3.    Titik beku -95oC

4.    Tidak berwarna

5.    Baunya sengit

6.    Memiliki berat molekul 58 g/mol



            Menurut Elsevier (2013), kegunaan Aseton adalah :

1.    Sebagai pelarut dalam senyawa karbon, plastik, lilin

2.    Sebagai bahan dasar sintesis kloroform dan iodoform

3.    Sebagai bahan pembuat cat

4.    Sebagai bahan pembuat parfum

5.    Sebagai pembersih cat kuku atau kuteks

6.    Sebagai pembuat tinner

7.    Pelarut dalam selulosa asetat, yang menghasilkan crayon.



Reaksi- Reaksi Aseton :

1.    Akan membentuk hemi asetal, jika diberikan asam dan alkohol.

2.    Bila ditambahkan dengan glikol akan membentuk ketal.

3.    Reaksi dengan sianida

4.    Reaksi reduksi

5.    Aminasi reduksi

            Untuk mengidentifikasi aseton, dapat melakukannya dengan hidrazin, maka akan menghasilkan gas hidrogen. Aseton mudah terbakar dan mudah menguap. Uap tersebut dapat menyebabkan percikan api dan berbahaya apabila tertelan atau terhirup juga dapat mempengaruhi kerja sistem syaraf. Berdasarkan hazard diamond (HD). Warna merah pada hazard diamond menunjukkan fire hazard. Fire hazard menunjukkan bahwa bahan digolongkan tingkat bahaya berdasarkan flash point. Semakin rendah flash point, maka bahan tersebut akan semakin berbahaya. Untuk aseton termasuk dalam skala 3, dengan flash point kurang dari 100o F. Kotak dengan warna biru menunjukkan health hazard. Health Hazard menunjukkan efek bahan berbahaya tersebut terhadap kesehatan manusia. Aseton termasuk dalam skala 1, dengan tingkat hazardnya adalah sedikit berbahaya, dengan tingkat hazardnya adalah sedikit berbahaya. Warna kuning pada diamond hazard menunjukkan reactivity, yaitu tingkat reaktivitas bahan kimia dan jenis hazard yang ditimbulkan. Aceton termasuk dalam reactivity skala 0, sehingga tipe reaktivitasnya adalah tidak reaktif. Walaupun mudah terbakar, aseton digunakan secara ekstensif pada proses penyimpanan dan transpor asetilena dalam industri pertambangan. Pada tekanan dan temperatur dan tekanan normal aseton bersifar relatif stabil. Kondisi yang harus dihindari adalah: hindari panas, api, percikap api dan sumber pembakaran. Kontainer dari aseton dapat pecah dan meledak bila terpapar dengan panas (Halleman, 1968)

               Aseton sering disebut juga 2-propanon dimana 2-propanon ini merupakan bentuk keton yang paling sederhana yang mudah terbakar. Dalam tumbuh-tumbuhan kita juga dapat menemukan aseton. Selain itu kita juga dapat menemukan aseton pada metabolism tumbuhan dan hewan. Aseton sering kita gunakan dalam sehari-hari. Contohnya seperti dalam membersihkan warna kuteks yang ada di kuku, membuat sepatu mengkilap, dan membersihkan whiteboard yang terkena tinta. Selain itu aseton juga sering digunakan sebagai pelarut. Cara pembuatan aseton dengan cara:

1.      Distilasi kering kalsium asetat

2.      Terbuat dari asam asetat dengan bantuan katalis mangan(II) karbonat dan dipanaskan pada suhu 110 – 120oC

3.     Oksidasi alkohol sekunder dalam suasana asam, seperti menggunakan 2-propanol atau isopropanol dengan oksidator kalium kromat.

V.             Alat dan Bahan

5.1 Alat

     1. Batang pengaduk

     2. Erlenmeyer 100 ml

     3. Gelas beker 200 ml

     4. Gelas beker 500 ml    

     5. Gelas ukur  50 ml

     6. Heating mantle

     7. Kaca arloji

     8. Labu leher tiga 500 ml

     9. Pengaduk

   10. Peralatan destilasi lengkap

   11. Pipet tetes

   12. Spatula           

13.  Termometer


5.2 Bahan

   1.    Akuades

   2.   Asam sulfat pekat (H2SO4)

   3.   Es batu

4.      Kristal kalium permanganat (KMnO4)

5.      Isopropil Alkohol atau propanol

6.      Kalium dikromat (K7CrO7) 

VI.                   Prosedur Kerja

6.1  Pembuatan aseton dengan oksidator kalium permanganat

Ø Dirancang alat destilasi dengan baik ( terdiri dari statif, klem, thermometer, pipa  T, hot plate, kondesor, gelas beker, Erlenmeyer)

Ø Dimasukan kedalam gelas kimia 85 ml aqiuades

Ø Dimasukan 12 ml asam sulfat pekat dan 16 gram kristal KMnO4.

Ø Diaduk campuran tersebut dengan hati-hati

Ø Diamkan sampai campuran tidak panas lagi

Ø Dimasukan campuran kedalam labu leher tiga secara perlahan

Ø Diaduk  atau digoyongkan labu leher tiga

Ø Dimasukan batu didih kedalam labu leher tiga

Ø Dilakukan proses distilasi terhadap campuran pada suhu 75o – 80oC

Ø Diukur volume aseton yang dihasilkan

Ø Diulangi percobaan ini dengan kristal KMnO4  sebanyak 20 gr

6.2 Pembuatan aseton dengan oksidator kalium bikromat

Ø Dirancang alat destilasi dengan baik

Ø Dibuat campuran H2SO4 pekat dengan isopropil alcohol ( 50 ml air  + 27,5 ml H2SO4 + 29, 2 ml isopropil alcohol)

Ø Dimasukan kedalam labu suling

Ø Dilarutkan 10 gr K2Cr2O7 dalam  100 ml aquades

Ø Dimasukan kedalam corong pisah

Ø Dipanaskan abu sampai mendididih diangkat penagas + K2Cr2O7 melalui corong pisah

Ø Dilakukan destilasi setelah K2Cr2O7 pada suhu 75 oC

Ø Dihitung rendemen


Yuuukk ditonton videonya


Pertanyaan!

1.      Apa guna labu kondensor ditutupi oleh alumunium foil?

2.      Apa yang menandai jika larutan tersebut mengandung aseton?

3.      Pada saat bubuk hasil sintesis ditetesi kalsium karbonat apa yang terjadi pada bubuk tersebut?


LAPORAN PRAKTIKUM REAKSI-REAKSI ALKOHOL DAN FENOL


REAKSI-REAKSI ALKOHOL DAN FENOL









NAMA       : FRISKA UTAMI

NIM          : A1C117021





DOSEN PENGAMPU:

Dr. Syamsurizal., M.Si



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI
2019

VII.              DATA PENGAMATAN
7.1 Kelarutan
No.
Perlakuan
Hasil Pengamatan
1.
Tabung 1
½ mL etanol + 2 mL aquades
Warna bening
2.
Tabung 2
½ mL madu + 2 mL aquades
Terbentuk 2 larutan didalam antara madu dan air, setelah diaduk madu larut dalam air dan berubah warna kuning keruh
3.
Tabung 3
½ mL Fenol + 2 mL aquades
Sebelum digoncang warnanya putih susu, didiamkan membetuk endapan orange, digoncangkan semua bercampur.

7.2 Reaksi dengan Alkali
No.
Perlakuan
Hasil Pengamatan
1.
Tabung 1
½ mL fenol + NaOH 10% 5 mL
Warnanya kuning pudar, terdapat 2 fasa minyak dan air, didiamkan minyak larut dan berwarna orange jernih
2.
Tabung 2
½ mL madu + NaOH 10% 5 mL
Terdapat larutan seperti minyak, lama-lama menghilang, diaduk terdapat endapan warna kuning terang, lapisan atas berwana kuning jernih
3.
Tabung 3
½ mL 2-naftol + NaOH 10% 5 mL
Terdapat gelembung gas sedikit, digoncangkan warnanya bening dan tidak ada gelembung

7.3 Oksidasi dengan Asam Kromat (Pengujian Bordwell-Wellman)
No.
Perlakuan
Hasil Pengamatan
1.
5 tabung reaksi dimasukkan 1 mL aseton
Aseton memiliki warna yang bening
2.
Tabung 1
·         1 mL aseton + 1 tetes cairan alcohol (2-butanol)
·         Ditambahkan reagen BW 1 tetes

Warnanya bening jernih

Terdapat endapan biru toska
3.
Tabung 2
·         1 mL aseton + 1 tetes ter-butil alcohol (madu)
·         Ditambahkan reagen BW 1 tetes

Madu tidak larut, terpisah antara kedua larutan
Warna menjadi kuning keruh dan terdapat endapan warna hijau
4.
Tabung 3
·         1 mL aseton + 1 tetes kolesterol (minyak jelantah)
·         Ditambahkan reageb BW 1 tetes

Tidak bercampur keduanya

Terdapat dua lapisan, lapisan atas orange bening dan dibawah orange keruh
5.
Tabung 4
·         1 mL aseton + 1 tetes karbinol (air kunyit)
·         Ditambahkan reagen BW 1 tetes

Larutan berwarna kuning

Terdapat endapan berwarna orange keruh, dan lapisan atas warnanya orange bening

7.4 Reaksi Fenol dengan Clor
No.
Perlakuan
Hasil Pengamatan
1.
0,1 mL fenol + 3 mL aquades
Larutan bercampur secara homogen
2.
Ditambahkan Clor dan digoncang
Dilakuakn penambahaan terus menerus sehingga warna menjadi jernih

7.5 Reaksi Fenol dengan Besi (III) Klorida
No.
Perlakuan
Hasil Pengamatan
1.
Tabung 1
1-2 tetes fenol + 5 mL aquades + 1-2 tetes besi (III) klorida

Semua larut menjadi satu dan warna yang dihasilkana dalah ungu jernih
2.
Tabung 2
1-2 tetes resorsinol + 5 mL aquades + 1-2 tetes besi (III) klorida

Demua larut dan warnanya menjadi kuning jernih
3.
Tabung 3
1-2 tetes 2-propanol + 5 mL aquades + 1-2 tetes besi (III) klorida

Semua larut dan menghasilkan warna kuning pudar



VIII.    PEMBAHASAN
                     Alkohol juga merupakan turunan dari alkana dan dapat dioksidasi menjadi turunan aldehid, keton, eter, ester, dan asam karboksilat. Sebelumnya kita telah membahas sifat dari fenol, selanjutnya kita akan mengetahui sifat dari alkohol. Sifat dari alkohol dapat kita lihat dari beberapa faktor yaitu titik didih, ikatan hydrogen, efek gaya Van Der Waals, kelarutan dalam air, dan sifat keasaman dan kebasaan dari alcohol.


8.1 Kelarutan
                         Pada percobaan kali ini praktikan menyiapka 3 tabung reaksi. Dimana ketiga tabung ini diuji kelarutannya terhadap air. Pada tabung pertama, diuji kelarutan ½ mL etanol dengan 2 mL aquades dan hasil yang didapat adalah warna campuran tersebut bening dan etanol larut dalam air. Untuk tabung reaksi kedua, diuji kelarutan n-butil alkohol yang diganti dengan madu karena n-butil alkohol tidak tersedia di laboratorium. Yang mana ½ mL madu diuji kelarutannya dengan 2 mL aquades. Dan hasil yang didapat adalah sebelum dilakukan pengocokan terdapat batas antar madu dengan aquades, namun setelah dikocok campuran tersebut berwarna kuning keruh dan madu larut dalam aquades. Pada tabung yang terakhir, diuji kelarutan ½ mL fenol dengan 2 mL aquades dan hasil yang didapat yaitu sebelum digoncang warna campuran tersebut putih susu. Kemudian didiamkan beberapa saat sehingga terlihat endapan berwarna orange. Setelah itu dilakukan pengocokan dan larutan tersebut tercampur senpurna. Jadi pada percobaan ini, semua bahan larut dalam aquades.

 
8.2 Reaksi dengan Alkali
                      Pada percobaan ini digunakan tiga senyawa untuk pengujian dengan alkali yaitu fenol. 2-naftol, dan n-butil alkohol yang diganti dengan madu karena tidak tersedianya bahan di laboratorium. Pada tabung pertama diisi dengan 0,5 ml madu ditambah dengan larutan NaOH 10% sebanyak 5 ml dan dilakukan pengocokan yang berfungsi agar larutan bercampur menjadi homogen dan juga unutk mempercepat terjadinya reaksi. Didapatkan hasil yaitu larutan menjadi warna kuning, lama kelamaan warna kuning menghilang dan mengendap di bawah, sehingga lapisan atas  menjadi kuning jernih. Pada tabung kedua diisi dengan 0,5 ml fenol dan ditamnah 5 ml larutan NaOH 10% dan dilakukan pengocoka, dan didapatkan hasil yaitu larutan menjadi kuning pudar dan terdapat dua fasa antara minyak dan air. Setelah dikocok larutan larut dan menjadi berwarna orange jernih. Pada tabung yang ketiga diisi dengan 0,5 ml 2-naftol ditambah dengan larutan NaOH 10% sebanyal 5 ml dan diikocok, didapatkan hasil yaitu terdapat gelembung gas setalah digoncang warna larutan menjadi bening dan tidak ada gelembung. Percobaan ini alkohol dapat bereaksi dengan NaOH yang mana pH  mendekati 7 sehingga membuat keduanya sukar beraksi. Rantai karbon yang panjang yang membuat sukar larut dalam NaOH. Pada fenol karena memiliki sifat polar yang mampu larut dalma NaOH dengan melepas sebuah proton  menjadi suatu anion yang larut dalam NaOH  yang mana akan menjadi natrium fenoksida.

8.3 Oksidasi dengan Asam Kromat (Pengujian Bordwell-Wellman)
               Pada percobaan uji oksidasi dengan asam kromat (Brodwell-Wellman) yaitu untuk membedakan alkohol dengan fenol. Reagen Bordwell-Wellman yaitu campuran dari anhidrat krimatin dengan asam sulfat pekat. Pada percobaan ini kami menggunakan empat senyawa unutk diuji dengan reagen Bordwell-Wellman yaitu : 3-butanol, ter-butil alkohol yang diganti dengan madu, korestrol yang kami gantikan dengan minyak jelantah, dan terfenil karboal kami ganti dengan larutan kunyit. Pada tabung reaksi diisi dengan 1 ml aseton lalu ditambah dengan sampel yang akann di uji lalu ditetesi dengan 1 tetes reagen BW (Bordweel-Wellman). Semua sampel dilakukan perlakuan yang sama dan didapatkan hasil pengamatan yaitu unutk tabung yang diisi dengan senyawa 2-butanol didapat hasil yaitu ketika dicampur warna larutan tetap bening, dan ketika dimasukkan reakgen Brodwell-Wellman warna larutan berubah menjadi orange dan ada gumpalan hijau tua didasar tabung. Lalu ketika dikocok larutan menjadi jernih dan gumpalan hijau menjadi sedikit besar. Pada tabung yang berisi madu hasilnya yaitu warnanya menjadi orange ketika dicampur dan ada hijau sedikit. Ketika dilakukan pengocokan larutan menjadi warna kuning minyak dan didinding tabung ada seperti bercak-bercak hijau yang menempel. Pada tabung yang berisi minyak jelantah didapatkan hasil yaitu larutan menjadi keruh ketika dicampur dan ketika digoncang menjadi jernih, dan warna berubah menjadi orange ketika ditetesi dengan reagen Brodwell-Wellman. Pada bagian bawah seperti adaserbuk dan terdapat dua fasa, pada bagain bawah orange dan atas minyak. Pada tabung yang terakhir yang berisi dengan laritan kunyit didapatkan hasil yaitu campuran menjadi kuning keruh, setelah dilakukan penggoncangan menjadi kuning jernih lalu berubah menjadiorange ketika ditetesi reagen Brodwell-Wellman dan juga terdapat gelembung. Pada percobaan ini yaitu untuk uji menentukan jenis alkohol maupun fenol, yaitu bila senyawa tidak bereaksi berarti menandakan bahwa senyawa tersebut adalah alkohol tersier. Dan jika larutan berubah warna kehijauan maka senyawa meruapakan alkohol primer. Sedangkan untuk alkohol primerditandai dengan berwarna orange yang mana menunjukkan turunan dari keton.

8.4 Reaksi Fenol dengan Klor
                    Pada percobaan ini yaitu untuk mengatahui reaksi antara fenol dan klor. Pada tabung reaksi diisi dengan 1 ml fenol dan ditambahkan dengan 3 ml air larutannya tetap bening lalu di tambahkan dengan HCl dan warnanya tetap bening. Fenol dapat berekasi dengan HCl yange membentuk larutan menjadi jernih. Senyawa fenol memiliki cincin aromatik dan satu atau dua penyulih hodroksil. Fenol memiliki gugus hidroksil yang akan menyebabkan reaktifnya cincin benzen terhadap subtitusi eloktrofilik, dimana pada reaksi inorekasi berlangsung lemah. Dengan menggunakan HCl juga berfungsi untuk menguji kualitatif fenol dan juga kuantitatif untuk banyak fenol.
 
8.5 Reaksi Fenol dengan Besi(III) Klorida
                   Pada percobaan ini yaitu mengamati reaksi febol dengan besi (III) klorida (FeCl3). Dimana pada percobaan ini FeCl3 digunakan unutk membedakan alkohol alifatik atau rantai terbuka dan alkohol aromatik. FeCl3 juga digunakan untuk membedakan antara senyawa alkohol dan fenol. Didalam percobaan ini kamimenggunakan senya yang di uji yaitu fenol, resirsinol, dam 2-propanol. Pada tabung pertama yang diisi 2 tetes fenol lalu ditambahkan dengan 2 ml aquades dan ditambah 2 tetes besi (III) klorida didapatakan hasil yaitu semua larutan bercampur dan larutan mengalami perubahan warna menjadi ungu jernih. Pada tabung kedua yaitu diisi dengan 2 tetes resorsinol ditambah dengan 5 ml aquades dan ditetesi dengan 2 tetes besi (III) klorida didapatkan hasil yaitu warna larutan menjadi kuning jernih, dan larutan larut. Pada tabung yang terakhir yaitu diisi dengan 2 tetes 2-propanol ditambah dengan 5 ml aquades dan ditetesi dengan 2 tetes besi (III) klorida didapatakan hasil yaitu warna larutan menjadi kuning pudar dan larutan larut.

                  Dari apa yang didapatkan dapat disimpulkan bahwa hanya fenol yang dapat bereaksi dengan besi(III) klorida. Hal ini karena besi (III) klorida mempunyai kemampuan untuk berekasi dengan alkohol alifatik dan fenol merupakan alkohol alifatik. Dimana reaksi ini ditandai dengan melihat perubahan warna larutan menjadi merah sampai ungu kehitaman saat larutan dicampurkan. Disini menunjukkan fenol bereaksi dengan FeCl3 membentuk senyawa kompleks dari Fe 3+ dengan fenol. Fenol merupan suatu senyawa yang memiliki gugus hidroksil yang berikatan pada karbon tak jenuh, yang membeuat dapat bereaksi dengan FeCl3 menghasilkan senyawa kompleks. Sedangkan untuk resorsinol dan 2-propanol tidak bereaksi dengan FeCl3 hal ini karena alkoholtidak dapat bereaksi dengan besi (III) klorida.

IX.             KESIMPULAN
Berdasarkan  percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa:
1.      Perbedaan alkohol dan fenol ialah pada fenol mudah teroksidasi karena memiliki cincin aromatik sedangkan pada alkohol tidak ada cincin aromatik.
2.      Reaksi yang terjadi antara fenol dan alkohol adalah rekasi oksidasi dan dapat dibedakan dengan kelarutan, alkali, lucas asam kromat dan brom
3.      Azas reaksi ditentukan dari bentuk alkohol yang direaksikan yaitu alkohol primer, alkohol sekunder dan alkohol tersier.

X.             DAFTAR PUSTAKA
Chang, 2004. Kimia Universitas Asas dan Struktur Jilid 1. Jakarta: Binarupa Aksara
Rasyid, 2010. Kimia Organik. Yogyakarta: Graha Ilmu
Riawan, 2005. Pengantar Kimia Organik dan Hayati. Bandung: ITB
Tim Kimia Organik I, 2019. Penuntun Praktikum Kimia Organik. Jambi: Universitas Jambi

Pertanyaan! 

1.      Mengapa pada percobaan reaksi dengan alkali n-butil alkohol digantikan dengan bahan lain?

2.      Apa hasil pengamatan pada percobaan kelarutan?

3.      Apa yang terjadi pada percobaan oksidasi dengan asam kromat pada tabung kedua?

Hasil pengujian dengan Reaksi Fenol dengan klor terdapat endapan berwarna orange

Hasil pengujian dengan oksidasi Asam Kromat

Hasil pengujian dengan Reaksi Alkali pada Madu, Fenol dan 2-Naftol



KIMIA BAHAN ALAM UNTUK MAKANAN, MINUMAN DAN PENYEDAP RASA

Kimia Bahan Alam untuk Makanan, Minuman dan Penyedap Rasa        Dalam kehidupan sehari-hari, kita banyak mengkonsumsi maka...